Sekretaris PKB Ajak Masyarakat Maknai Hari Pancasila -->
Cari Berita

Advertisement

INKKP NEWS

Sekretaris PKB Ajak Masyarakat Maknai Hari Pancasila

Redaksi INKOP NEWS
01/06/2021


PAREPARE, INKOP.ID -- Hari lahir Pancasila di Peringati setiap tanggal 1 Juni tiap tahunnya, 1 Juni 1945 - 1 Juni 2021.


Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Parepare, Irfan Parumpu mengajak seluruh element masyarakat memaknai Hari Pancasila.


Irfan mengatakan, Sebagai warga negara Indonesia perlu untuk memperingati dan Menghayati kembali makna yang terkandung dalam butir Sila yang di jadikan sebagai falsafah kehidupan Indonesia.


"juga sebagai pedoman kita sebagai warga negara untuk menjalankan kehidupan sehari - hari dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,"katanya.


Lanjut Irfan, Perjuangan para tokoh Bangsa memerdekakakan Indonesia dari kolonialisme melalui tahapan dan usaha yang Panjang sehingga bangsa Indonesia mampu membangun pondasi kemerdekaan dengan merumuskan dasar dan ideologi negara melalui persiapan - persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa dengan membentuk wadah Badan Penyelidik Badan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada Maret 1945.


"BPUPKI menggelar dua kali sidang. Sidang pertama dibuka pada tanggal 29 Mei -1 Juni 1945 di gedung Cuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila) di sini para anggota merumuskan mengenai tema dasar negara. dan 10-16 Juli 1945. Sidang pertama menetapkan Dasar Negara Pancasila dan sidang kedua menetapkan rancangan UUD 1945. Dalam sidang pertama, tepatnya pada tanggal 29 Mei 1945, Mohamad Yamin mengucapkan pidato yang berisi tentang asas-asas yang diperlukan sebagai dasar negara. Pada sidang tanggal 31 Mei, Soepomo juga mengungkapkan uraian tentang dasar-dasar negara. Akhirnya pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno secara gagah menyodorkan 5 poin yang diusulkan menjadi dasar negara. Pada saat itu, ia jugalah yang pertama kali menyebut “Pancasila” untuk 5 dasar yang diajukannya itu,"kata Mantan Ketua PMII Parepare.


Irfan menjelaskan, Persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa termasuk salah satu perumus Pancasila KH Abdul Wahid Hasyim dari kalangan tokoh agama tidak lantas membuat mereka optimis dalam menyiapkan kemerdekaan. Hal ini diungkapkan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam salah satu kolomnya berjudul Kemerdekaan: Suatu Refleksi (Aula, 1991: 41).


Dalam tulisan tersebut, Gus Dur menjelaskan dalam konteks usaha susah payah para tokoh bangsa dalam menyiapkan kemerdekaan. Mantan Presiden ke-4 RI ini mengatakan bahwa pada sidang lanjutan tanggal 1 Juni 1945 para pemimpin rakyat peserta sidang kebanyakan masih menyaksikan kemampuan bangsa Indonesia untuk merdeka. 


'Meskipun demikian, dalam kesangsian sikap itu, justru dimanfaatkan oleh para tokoh bangsa sebagai energi positif untuk dapat merumuskan dasar negara. Artinya, kesangsian yang timbul bukan semata dari semangat perjuangan, tetapi dari pergolakan politik yang masih berkecamuk saat itu,"katanya.


Oleh karena itu, Kata Irfan, Pada Momentum 1 juni 2021 mari kita sebagai warga negara sama-sama Kembali Menghayati makna butir sila yang dijadikan sebagai falsafah Bangsa dan pedoman hidup sehari hari dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia.


"Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang kelahirannya ditujukan untuk menjadi jalan hidup warga indonesia. Karena itu Pancasila bisa menjadi Pemersatu jika butir butir Pancasila di laksanakan oleh warga Indonesia,"ujarnya.


LAPORAN : ABOD

EDITOR : YUSRAN

-->